niat-buka-wisata-kemping-biar-rileks-eh-malah-pusing-kena-denda

Niat Buka Wisata Kemping Biar Rileks, eh Malah Pusing Kena Denda

Niat Buka Wisata Kemping Biar Rileks, eh Malah Pusing Kena Denda – Operator kemping di Dubai mengadakan pertemuan kerumunan yang provokatif sambil mengabaikan perjanjian sanitasi lainnya. Tidak apa-apa.

Niat Buka Wisata Kemping Biar Rileks, eh Malah Pusing Kena Denda

niat-buka-wisata-kemping-biar-rileks-eh-malah-pusing-kena-denda

cheapsportsjerseysauthentic – Menurut laporan detikTravel dari Khaleej Times Selasa (23/2/2021), meski pandemi Covid-19 belum usai, operator kemping di Dubai sudah membuka layanan perjalanannya. Permintaannya lumayan.

Namun, alih-alih menerapkan perjanjian sanitasi, operator membuka tenda dan membuka pesta di perkemahan gurun pasir dengan banyak turis. Mereka tidak punya topeng, mereka ada dimana-mana.

Acara tersebut telah direkam dan diunggah ke media sosial. Tak lama kemudian, efek khusus menjadi populer.

Bunyi musik berdentum keras melalui speaker. Para pesertanya menari-nari tanpa tersedia jarak sosial dan protokol keamanan lain.

Karena udah viral, operator kemping berikut akhirnya di check oleh polisi Dubai. Polisi akhirnya memerintahkan penutupan camping ground selama sebulan dan menghukum penyelenggara dengan denda yang besar.

Dubai memang tak main-main dalam pelaksanaan protokol kebugaran untuk memutus penularan virus Corona. Otoritas jalankan kebijakan ketat seluruh lokasi untuk menghimpit angka infeksi Covid-19.

Kejadian ini bukan yang pertama. Polisi Dubai udah menambahkan sanksi denda kepada operator tur lain sebesar 50.000 dirham atau setara dengan Rp 192 juta.

Masalahnya sama, operator itu menggelar kemping gurun tanpa mematuhi prokes yang berlaku. Peraturan ketat itu termasuk berlaku untuk pesta pribadi, pesta kapal pesiar, dan pertemuan perusahaan.

Pihak berwenang di Uni Emirat Arab (UEA) dengan mengetahui membuktikan bahwa penyelenggara pertemuan yang melanggar batasan dapat dikenakan denda sebesar 50.000 dirham. Sementara itu, tiap tiap tamu yang datang dapat dikenakan sanksi dan kewajiban membayar sebesar dirham 15.000 atau setara dengan Rp 57 juta per orang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *